Hujan yang turun selama dua hari berturut-turut mengakibatkan tujuh desa terendam.
Tujuh desa itu berada di dua kecamatan yakni Ladongi dan Poli-Polia. Akibatnya, sejumlah jembatan terputus.
Banjir ini mengakibatkan sejumlah desa terendam. Adapun desa yang terendam antara lain Desa Gunung Jaya, Wande, Dangia dan Poleang berada di Kecamatan Ladongi serta Desa Tokai, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektar sawah yang sudah siap panen, serta meruntuhkan sebuah jembatan yang menjadi penghubung masyarakat di Desa Tokai dan Punggloko.
Wakil Bupati Kolaka, Amir Sahaka meninjau langsung lokasi banjir mengatakan, hujan deras melanda Kecamatan Ladongi disebabkan terjadinya penggundulan hutan.
"Hujan yang turun tidak menentu, serta banyaknya penggundulan hutan sehingga air tidak bisa terbendung lagi. Saya kira inilah yang harus diantisipasi," kata Amir.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka akan mengantisipasi kerugian masyarakat yang terendam banjir. Selain itu, pihaknya juga akan menanggung kerugian persawahan, infrastruktur jembatan serta areal perkebunan. "Antisipasi pertama harus kita lakukan adalah daerah persawahan penduduk dan jembatan yang menjadi penghubung masyarakat," kata Wabup.
Sementara itu, salah seorang warga, Jodding saat ditemui Upeks, mengatakan, hujan yang turun selama dua hari berturut-turut membuat beberapa desa tergenang.
"Kejadiannya sekira pukul 03.00 WITA dini hari dan ketinggian air mencapai 1 meter membuat masyarakat panik dan menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa diselamatkan," katanya.
Banjir ini juga menenggelamkan puluhan hektar sawah dan rumah warga, serta jembatan yang ditaksir kerugiannya berkisar miliaran rupiah.
Tujuh desa itu berada di dua kecamatan yakni Ladongi dan Poli-Polia. Akibatnya, sejumlah jembatan terputus.
Banjir ini mengakibatkan sejumlah desa terendam. Adapun desa yang terendam antara lain Desa Gunung Jaya, Wande, Dangia dan Poleang berada di Kecamatan Ladongi serta Desa Tokai, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektar sawah yang sudah siap panen, serta meruntuhkan sebuah jembatan yang menjadi penghubung masyarakat di Desa Tokai dan Punggloko.
Wakil Bupati Kolaka, Amir Sahaka meninjau langsung lokasi banjir mengatakan, hujan deras melanda Kecamatan Ladongi disebabkan terjadinya penggundulan hutan.
"Hujan yang turun tidak menentu, serta banyaknya penggundulan hutan sehingga air tidak bisa terbendung lagi. Saya kira inilah yang harus diantisipasi," kata Amir.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka akan mengantisipasi kerugian masyarakat yang terendam banjir. Selain itu, pihaknya juga akan menanggung kerugian persawahan, infrastruktur jembatan serta areal perkebunan. "Antisipasi pertama harus kita lakukan adalah daerah persawahan penduduk dan jembatan yang menjadi penghubung masyarakat," kata Wabup.
Sementara itu, salah seorang warga, Jodding saat ditemui Upeks, mengatakan, hujan yang turun selama dua hari berturut-turut membuat beberapa desa tergenang.
"Kejadiannya sekira pukul 03.00 WITA dini hari dan ketinggian air mencapai 1 meter membuat masyarakat panik dan menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa diselamatkan," katanya.
Banjir ini juga menenggelamkan puluhan hektar sawah dan rumah warga, serta jembatan yang ditaksir kerugiannya berkisar miliaran rupiah.










